Goers Team

10 Posts Back Home
Goers is a must-have app for urban people in Jakarta. Find something new to do everyday, concerts, festivals, classes, conferences, free events and more -- right in the palm of your hand. Get it on goers.co/newandroid or goers.co/newios

Yonder MusicFest Sapa Pecinta Musik di Ibukota

Mengulang kemeriahan di Manado Convention Center pada akhir Maret lalu, Yonder MusicFest persembahan Yonder Music dan provider XL, kali ini menyapa ibukota. Jakarta sebagai kota kedua (dari empat kota yang dijadwalkan), memilih Ciputra Avenue Hall sebagai venue untuk perhelatan yang sudah dinanti-nanti ini. Benar saja, sejak siang hari tanggal 16 April 2017 lalu, para pecinta musik tanah air sudah tampak memenuhi akses pintu masuk. Padahal, acaranya sendiri baru berlangsung jam 7 malam.

Mengapa Sebuah Acara Konser Bisa Batal dan Bagaimana Cara Mencegahnya

You love them, your friends love them, you have the tickets, but they cancelled the concert. Gagal tampilnya artis dalam sebuah konser adalah sebuah malapetaka untuk semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan konser. Bagi penggemar atau penonton, tidak ada kekecewaan yang lebih besar selain gagal menemui dan melihat artis favorit mereka beraksi di atas panggung. Sedangkan bagi penyelenggara dan manajemen artis, kerugian finansial pasti tidak dapat dihindari. Goers Talk kali ini akan membahas mengenai apa yang menyebabkan sebuah konser menjadi batal dilaksanakan dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegah dan meminimalisir dampaknya. Mengapa Sebuah Konser Bisa Dibatalkan? Ada begitu banyak alasan yang dapat menjadi penyebab sebuah konser dapat dibatalkan, dan berikut adalah beberapa alasannya: 1. Pihak manajemen artis yang membatalkan: Pihak manajemen artis membatalkan acara konser secara sepihak pastiya bukan karena tanpa alasan. Salah satu hal yang paling sering terjadi dan dapat membuat suatu konser batal adalah karena artis mendadak…

JGTC 2016: The Oldest, Most Celebrated Jazz Festival in Indonesia is Back!

Buat para pecinta musik jazz pasti sudah tidak asing lagi dengan salah satu event jazz tertua di Indonesia, Jazz Goes To Campus atau yang lebih dikenal di kalangan anak muda dengan sebutan JGTC. Festival tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (FEB UI) ini, kini memasuki tahun ke-39 dan mengusung tema “Jazz is the Moment!”. Menghadirkan lebih dari 30 musisi lokal maupun internasional, menjadikan JGTC sebagai salah satu event jazz festival tahunan terbesar di Indonesia, dengan 20.000 penonton pada tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, beberapa musisi internasional seperti Samy Thiebault Quartet, musisi jazz asal Perancis, akan meramaikan panggung JGTC dengan alunan instrumennya. Selain itu ada Kgomotso, musisi jazz perempuan asal Afrika, dan masih banyak lagi. Selain musisi internasional, acara ini juga dimeriahkan oleh musisi dalam negeri, salah satunya musisi jazz legendaris Margie Segers yang akan membawa kamu larut dalam suasana. Mocca dan Tohpati Bertiga juga dipastikan ikut…

Rayakan Kemeriahan Oktober dalam Oktobeerfest

Hello, cool people! Mulai bulan ini, Goers akan mempunyai tema dwi mingguan yang seru untuk diikuti! Hampir setiap harinya, kamu dapat memperoleh informasi terkini mengenai acara, aktivitas, serta tempat menarik yang berkaitan dengan dengan tema yang sedang berjalan, di aplikasi Goers. Kami akan merangkumnya di dalam koleksi (yang diakses melalui aplikasi) serta artikel pada web ini. Untuk tema pada dua minggu pertama di bulan Oktober ini adalah “Oktobeerfest”! Nah, tak bisa dipungkiri jika perayaan Oktoberfest ini adalah salah satu kegiatan yang paling ditunggu oleh banyak orang! Oktoberfest sendiri adalah sebuah festival dua-mingguan yang diadakan setiap tahun di München Jerman. Festival ini merupakan salah satu acara paling terkenal dan juga merupakan festival terbesar di dunia, dengan sekitar enam juta pengunjung setiap tahunnya. Kota-kota lain di dunia pun mengadakan festival serupa dengan menggunakan festival di München ini sebagai acuan, bahkan juga menggunakan nama yang sama. Yang menarik dari festival ini, meskipun identik dengan…

Sudut Pandang Baru Musik Elektronik di Pekan Komponis Indonesia 2016

Salah satu program unggulan dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) yakni Pekan Komponis Indonesia baru saja dimulai pada hari Senin (3/10) kemarin di area Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat. Hingga 5 Oktober nanti, akan ada banyak bentuk kegiatan berupa konser musik, pameran organologi, masterclass, dan diskusi Meja Bundar Musik. Mengambil tema Musik Eksperimental Elektronik, Pekan Komponis Indonesia mencoba memberi ruang untuk mengapresiasi karya-karya komponis muda yang kreatif dalam menanggapi perkembangan musik elektronik, dengan menciptakan karya dan berinovasi dalam menggunakan alat musik atau sumber bunyi. “Kami mengambil tema ini dikarenakan genre musik ini mempunyai peluang menjanjikan untuk terus dieksplorasi, mengingat pesatnya lompatan teknologi saat ini,” ucap Irawan Karseno, Ketua Pengurus Harian DKJ. Komite Musik DKJ yang terdiri dari Anto Hoed, Anusirwan, Aksan Sjuman dan Otto Sidharta telah mengkurasi sebanyak 60 karya musik elektronik dari 52 calon peserta yang mendaftar, hingga akhirnya terpilih enam komponis muda yakni Dylan Amirio (Jakarta),…

BBQ Cita Rasa Amerika Selatan Khas El Asador

Bagi kamu yang berdomisili, berlalu-lalang dan bekerja sehari-harinya di Kemang, lokasi restoran El Asador ini pasti begitu mudah ditemukan. Terletak di Kemang Point Building, nama restoran bercitarasa Amerika Selatan ini terpampang dengan tulisan besar, berwarna merah. Interiornya pun sangat khas jika ditengok dari luar. Masuk ke dalam gedung, kami disambut jejeran buku di atas meja dari ukiran kayu serta kursi-kursi yang sengaja diletakkan di area luar restoran, diperuntukkan bagi pengunjung yang merokok dan ingin menikmati permainan foosball. Memasuki area dalam restoran, kami diberi ‘pemanasan’ pertunjukan api dari tungku kayu terbuka oleh Head Chef Wigar Ridzki yang sedang mempersiapkan menu untuk salah satu meja. Tungku kayu merupakan salah satu ciri khas paling menonjol dari restoran ini, selain itu, pada dinding restoran pun dihiasi dengan beberapa frame foto yang memperlihatkan kebudayaan Amerika Latin. “Daging yang dihidangkan di sini, proses pemasakannya persis diletakkan di atas arang hasil pembakaran kayu bakarnya. Kami sama sekali…

Pencapaian Luar Biasa Colosseum Club di Ulang Tahun Kedua

Sulit dipercaya memang, club yang sudah menghadirkan banyak performer level dunia, bahkan menempati posisi highest ranked club in Indonesia versi DJ Mag Poll 2016 ini baru saja berumur dua tahun. Tentunya, ini sebuah pencapaian luar biasa bagi club yang terletak di kawasan Kota Tua ini di dunia nightlife Indonesia. Untuk merayakan umur barunya, pada 30 September kemarin, Colosseum menggelar 2nd Anniversary bertajuk Perfection, dengan mengundang Showtek. Sebelumnya di ulang tahun pertama, Colosseum mengundang duo trance asal Jerman, Cosmic Gate. Massive-party yang diawali oleh dengan penampilan Trilions ini sudah ramai sejak open gate dibuka. Para party-goers yang malam itu mengenakan dress-code serba putih tampak sudah siap untuk menikmati puncak pertunjukan dari Janssen bersaudara, menjelang tengah malam. Moment ulang tahun ke-2 ini pun digunakan oleh Colosseum untuk memperkenalkan 7 Lab, pertama kalinya. Serial event terbaru yang berlokasi setelah bar dan Enter The Void ini akan memperdengarkan musik dengan genre R&B, Hip-Hop, Twerk, Trap, dan…

Malam Intim bersama Shane Filan

Setelah sebelumnya sempat 2 kali bertandang ke Indonesia untuk konser tunggal, kali ini Shane Filan kembali menyapa fansnya di konser Stage Empire, Intimate Night with Shane Filan yang berlangsung di Colosseum Club Jakarta pada Kamis malam silam (29/09/2016). Konser dimulai pada pukul 10 malam. Setelah lampu diredupkan, penonton memadati areal seputar panggung dan bersama MC memanggil Shane Filan untuk hadir. Shane memasuki areal panggung dan langsung menyanyikan What About Now serta Uptown Girl. Shane menyapa penonton dan menyalami beberapa di antaranya sebelum kembali membawakan lagu Swear It Again, What Makes a Man dan Home. Malam itu, penonton mulai bernostalgia dengan lagu-lagu yang sempat populer di akhir tahun 90-an, yang dibawakan oleh Shane Filan. Dengan playlist yang sebagian besar, kerap ia nyanyikan bersama boyband Westlife, Shane kembali menyapa fans setianya malam itu. Konser pada malam tersebut berlangsung dengan intim karena selain interaksi yang terjadi antara Shane dan penggemarnya, kondisi panggung pun memungkinkan ia…

Navigate